//caraosel edit

 






Judul : Pura Parhyangan Jagat Payogan Agung Gunung Lebah Tjampuhan Ubud 

Penulis :  Prof. Dr. Tjokorda Gde Raka Sukawati, S.E., M.M

Penerbit : Pustaka Nayottama Publishing

Tahun : 2025

Ukuran : 16 cm x 23 cm

Sinopsis :

Pura Gunung Lebah, adalah Pura Kahyangan Jagat; pura penyungsungan adat di desa pakraman Ubud, Bali. Dalam Lontar Markandeya Purana, Pura Gunung Lebah didirikan oleh Rsi Markandya, seorang pendeta suci pada abad ke-8. Dalam perjalanannya Rsi Markandeya juga mendirikan Pura Besakih dan membuka perkampungan Taro sebagai tempat kedatangan para migran dari Jawa. Pura Gunung Lebah terletak di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Secara geografis, pura ini berada di lembah pertemuan dua sungai, yaitu Sungai Campuhan dan Sungai Oos. Secara akurat koordinat geografis Pura Gunung Lebah terletak pada : Lintang: -8.5067° dan Bujur: 115.2591° Lokasinya berada di kawasan Campuhan yang terkenal dengan pemandangan alam yang indah. Pura ini dikelilingi oleh hutan lebat, menciptakan suasana yang tenang dan sakral. Keyakinannya akan kekuatan magis di kawasan tersebut menjadi dasar pendirian Pura Gunung Lebah. Di Pura Gunung Lebah, Dewi Danu di Gunung Batur dipuja sebagai manifestasi Tuhan. Menurut beberapa prasasti, Gunung Batur sendiri berasal dari salah satu puncak Pura Gunung Semeru² di Jawa Timur. Nama Pura Gunung Lebah sendiri berasal dari kata "Gunung" yang berarti bukit dan "Lebah" yang berarti lembah. Artinya, pura ini terletak di bukit kecil yang berada di lembah sungai Campuhan. Rsi Markandya menggunakan lokasi ini sebagai tempat meditasi untuk mencapai kesatuan spiritual kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.


No comments