//caraosel edit

About Me

I'm a Writer and Founder of Pustaka Nayottama Publishing

CARA MUDAH MENERBITKAN BUKU DI BALI, Pustaka Nayottama Publishing dilengkapi tim penyusun profesional siap membantu anda untuk menerbitkan buku. Dengan hanya memiliki data/naskah awal, penerbit akan menyusunkan, melayout, mendesain cover, ISBN, mencetak dan menerbitkan buku anda. Untuk penyusunan Biografi dan pembuatan profil daerah/pribadi, tim penyusun juga melakukan wawancara, penggalian data,dll untuk mendukung penyusunan buku secara maksimal. Profesionalitas penerbit dan tim penyusun dikenal di Bali dengan berhasilnya penyusunan profil hampir seluruh tokoh Bali, mulai dari Menteri Negara, Gubernur, Bupati, Praktisi Pariwisata, Seniman, Budayawan dll. Berikut telah banyak buku yang diterbitkan dan salah satunya mendapat dukungan Presiden RI. Untuk keterangan lebih lanjut e-mail : pustakanayottamabali@gmail.com

Lebih Dekat Mengenal Penulis dan Founder Pustaka Nayottama Publishing

Putu Kornia salah satu putri Bali, berkiprah menjadi Penulis yang dikenal dan dipercaya oleh banyak kalangan di seluruh Bali dalam profesionalitasnya menulis dan menerbitkan berbagai macam judul buku Continue Reading

Putu Kornia
Writer and Founder Pustaka Nayottama Publishing

My Blog

MY BEST WORKS
Pura Parhyangan Jagat Payogan Agung Gunung Lebah Tjampuhan Ubud

 






Judul : Pura Parhyangan Jagat Payogan Agung Gunung Lebah Tjampuhan Ubud 

Penulis :  Prof. Dr. Tjokorda Gde Raka Sukawati, S.E., M.M

Penerbit : Pustaka Nayottama Publishing

Tahun : 2025

Ukuran : 16 cm x 23 cm

Sinopsis :

Pura Gunung Lebah, adalah Pura Kahyangan Jagat; pura penyungsungan adat di desa pakraman Ubud, Bali. Dalam Lontar Markandeya Purana, Pura Gunung Lebah didirikan oleh Rsi Markandya, seorang pendeta suci pada abad ke-8. Dalam perjalanannya Rsi Markandeya juga mendirikan Pura Besakih dan membuka perkampungan Taro sebagai tempat kedatangan para migran dari Jawa. Pura Gunung Lebah terletak di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Secara geografis, pura ini berada di lembah pertemuan dua sungai, yaitu Sungai Campuhan dan Sungai Oos. Secara akurat koordinat geografis Pura Gunung Lebah terletak pada : Lintang: -8.5067° dan Bujur: 115.2591° Lokasinya berada di kawasan Campuhan yang terkenal dengan pemandangan alam yang indah. Pura ini dikelilingi oleh hutan lebat, menciptakan suasana yang tenang dan sakral. Keyakinannya akan kekuatan magis di kawasan tersebut menjadi dasar pendirian Pura Gunung Lebah. Di Pura Gunung Lebah, Dewi Danu di Gunung Batur dipuja sebagai manifestasi Tuhan. Menurut beberapa prasasti, Gunung Batur sendiri berasal dari salah satu puncak Pura Gunung Semeru² di Jawa Timur. Nama Pura Gunung Lebah sendiri berasal dari kata "Gunung" yang berarti bukit dan "Lebah" yang berarti lembah. Artinya, pura ini terletak di bukit kecil yang berada di lembah sungai Campuhan. Rsi Markandya menggunakan lokasi ini sebagai tempat meditasi untuk mencapai kesatuan spiritual kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.


Yuk Menggunakan HP yang Baik

 




Judul : Yuk Menggunakan HP yang Baik

Penulis :  
1. Dr. Made Dewi Sariyani, S.ST., M.Kes
2. Kadek Sri Ariyanti, S.SiT., M.Kes

Penerbit : Pustaka Nayottama Publishing

Tahun : 2022

Ukuran : 21 cm x 29,7 cm

Enam Dekade Merajut Visi Ida Tjokorda Gde Agung Sukawati: Cerdaskan Kehidupan Bangsa, Wujudkan Generasi Emas Berbudaya





JudulEnam Dekade Merajut Visi Ida Tjokorda Gde Agung Sukawati: Cerdaskan Kehidupan Bangsa, Wujudkan Generasi Emas Berbudaya

Penulis :  Tim Ikastuti :
Prof. Dr. Tjokorda Gde Raka Sukawati, S.E., M.M.
Prof. Dr. Ir. I Wayan Suarna, M.S.
Prof. Dr. Drs. I Made Sutama, M.Pd.
Prof. drh. I Ketut Berata, M.Si.
Dr. (H.C). Ir. A.A.G. Rama Pujawan Dalem, S.H, M.H., MCi.
Drs. I Ketut Budiyana, M.Si.
Drs. I Made Nengah, M.Pd.

Penerbit : Pustaka Nayottama Publishing

Tahun : 2022

Ukuran : 14,8 cm x 21 cm


Peluncuran Buku Pengabdian Tiada Henti 70 Tahun I Gusti Gde Masputra





Video Peluncuran Buku Pengabdian Tiada Henti 70 Tahun I Gusti Gde Masputra




Penyerahan simbolis Buku Pengabdian Tiada Henti 70 Tahun I Gusti Gde Masputra 
di Bali Niksoma Boutique Beach Resort pada 14 Agustus 2015



Sambutan Putu Kornia dalam Acara Penyerahan Buku Pengabdian Tiada Henti 
70 Tahun I Gusti Gde Masputra 


Lebih Dekat Mengenal Penulis & Founder Pustaka Nayottama Publishing





Putu Kornia lahir sebagai sulung dari rahim, Made Sutiarini, wanita asal Piling, Penebel, Tabanan, putri seorang mantri desa yang kondang di zamannya. Sedang ayahnya; I Ketut Gida, SH, seorang pribumi Bali, dari desa Bengkel Sari, Antosari, Tabanan yang  mengabdikan diri sebagai Pegawai Negeri Sipil di Departemen Tenaga Kerja.
Masa kecilnya dengan keluarga yang utuh di habiskan di kota Bima NTB. Putu Kornia lulus di SDN 3 Bima tahun 1988 dan melanjutkan di SMPN 1 Bima, sebelum kemudian pindah ke SMPN 7 Denpasar karena harus menemani ibunya yang sakit jantung untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih baik di Bali. Namun belum genap sembilan bulan di Bali, dan kendati telah berupaya maksimal, akhirnya Made Sutiarini, ibunya meninggal di saat ia belum banyak membuat kenangan yang lapang untuk dikenang.
Semenjak saat itu, apa yang dia ingat tentang ibunya dan masa kecil yang bahagia ia tulis dalam banyak catatan. Namun sebanyak apapun tulisan itu, tetap saja tidak ada  cukup moment untuk diabadikan, semua terlalu singkat, terlalu cepat dan terlalu belia untuk diingatnya. Ada dan terlupakan, mungkin menjadi alasan bagi Putu Kornia untuk kemudian setia menulis setiap peristiwa wajar dalam hidupnya. Dan saat mulai sekolah di SMA Negeri 2 Denpasar, kesenangannya menulis berkembang dalam bentuk puisi, karya sastra dan bahkan dongeng.
Dilanjutkan setelah kuliah di Universitas Pendidikan Nasional, Denpasar, pada semester dua, aktivitas tulis menulisnya berkembang menjadi sebuah observasi ilmiah dengan menggagas dibuatnya sebuah buku “KARANG-KARANG GIGIH”, Biografi Singkat Tokoh-tokoh Bali, yang isinya menggali kisah perjalanan hidup figur populer, sukses dan terpelajar untuk menemukan benang merah, antara masa lalu, perjuangan, filosofi dan keberhasilannya; dan generasi berikutnya mempunyai cukup kenangangan tentang keberadaan para cendekia itu dari hasil tiap baris kata yang ditulisnya. Ia tak ingin semua hilang tak berbekas, sebagaimana ia kehilangan kisah dari sosok yang dicintainya; “ibu”.
Kendati seorang diri tanpa dukungan rektorat, namun Putu Kornia terus berjalan hingga menarik simpati Dekan Fakultas Ekonomi Manajemen UNDIKNAS, Wali Kota Denpasar; Komang Arsana Alm, dan Gubernur Bali; Drs.Dewa Made Beratha dalam upaya ini. Buku tersebut kemudian menjadi buku pertama di Bali, karya mahasiswi Bali, yang menulis kumpulan biografi tokoh-tokoh Bali hingga dibuatkan lounching istimewa di hotel Grand Bali Beach, oleh Pemerintah Kota Denpasar kala itu.
Selanjutnya, didampingi R. Rahadian Hamijaya sebagai editor yang turut aktif dalam setiap penyusunan, Putu Kornia kembali membuat buku yang lebih besar dengan judul “MENDULANG CAHAYA BALI” yang penyusunannya didukung penuh hingga terbit oleh Presiden Republik Indonesia; Megawati Soekarnoputri, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI; Drs. I Gede Ardika, Gubernur Bali, Walikota, Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan dan berbagai instansi lainnya.

Pasca terbitnya buku MENDULANG CAHAYA BALI tahun 2004, kembali Putu Kornia menggagas ide dan menggelar sebuah program besar bertajuk “LOMBA CIPTA CERITA RAKYAT” Piala MENBUDPAR RI, yang diikuti seluruh pelajar setingkat SD, SMP, SMA di Provinsi Bali. Upayanya ini ia lakukan untuk membangkitkan kembali kisah-kisah cerita rakyat Nusantara yang mulai dilupakan dan tergerus oleh membludaknya komik-komik dongeng impor Jepang yang populer seperti Kungfu Boy, Doraemon, Dragon Ball, dan banyak lagi yang menggantikan kisah-kisah legenda kita semisal; Si Pahit Lidah, Malin Kundang, Siap Selem, Bawang Kesuna, Legenda Tangkuban Perahu dan lain-lain.
Rupanya usahanya ini berhasil menggugah minat pelajar kembali membaca kisah-kisah legenda tanah air dan kemudian menulis seapik-apiknya dengan gaya bahasanya masing-masing, dan ini diikuti oleh pelajar di 8 Kabupaten dan 1 Kotamadya di Bali.
Masih dalam kaitan upaya pengabadian dan pencatatan kisah yang terlupakan, Putu Kornia menggagas dan membuat situs website ENSIKLOPEDI BALI INDONESIA; www.ensiklopedibali.com / www.ensiklopedi-bali.com / www.ensiklopedi_bali.com (dalam kurun waktu 2004-2006) yang juga menjadi pelopor situs tokoh-tokoh Bali pertama di Pulau Dewata.
Dalam perkembangannya, situs tersebut kemudian di bukukan dengan bentuk kamus abjad; dengan judul ENSIKLOPEDI BALI INDONESIA, Rekam Jejak Tokoh Bali, yang juga merupakan Ensiklopedi tokoh Bali pertama di Provinsi Bali, yang didukung penuh oleh Bapak Ir. Jero Wacik selaku Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Republik Indonesia.



DATA PRIBADI

Nama :  Putu Kornia
Tempat /
Tanggal lahir : Denpasar, 20 Januari 1976
Ayah :  I Ketut Gida, SH
Ibu :   -  Ni Made Sutiarini  (Alm)
               -  Ni Komang Ariani
Profesi :   Penulis

Pendidikan :    
-  SDN 3 Bima
-   SMPN 7 Denpasar
-   SMAN 2 Denpasar
-   UNDIKNAS Denpasar

Aktif sebagai :     
-   Penyusun & Penulis buku KARANG-KARANG GIGIH.
-   Pemrakarsa Pelaksanaan Lomba Cipta Cerita Rakyat Tingkat SD, SMP, SMA se-Provinsi JATENG & DIY
-   Penyusun & Penulis buku MENDULANG CAHAYA BALI didukung Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia
-   Ketua Forum Tunas Bangsa RI (FTBRI)  (2002-2007)
-   Pemrakarsa Pelaksanaan Lomba Cipta Cerita Rakyat Tingkat SD, SMP, SMA se- Provinsi BALI.
-   Pembuat situs/website ENSIKLOPEDI BALI INDONESIA (2004-2006)
-   Penggagas, Penyusun, Penulis dan Penerbit buku ENSIKLOPEDI BALI INDONESIA, di dukung Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI.

Contact Me

Get in touch

Pustaka Nayottama Publishing

Alamat : Jl. Drupadi XIII No. 5 Renon, Denpasar

Email : pustakanayottamabali@gmail.com

Telp : 0812-3788-9907