Putu Kornia lahir sebagai sulung dari rahim, Made Sutiarini, wanita asal Piling, Penebel, Tabanan, putri seorang mantri desa yang kondang di zamannya. Sedang ayahnya; I Ketut Gida, SH, seorang pribumi Bali, dari desa Bengkel Sari, Antosari, Tabanan yang mengabdikan diri sebagai Pegawai Negeri Sipil di Departemen Tenaga Kerja.
Masa kecilnya dengan keluarga yang utuh di habiskan di kota Bima NTB. Putu Kornia lulus di SDN 3 Bima tahun 1988 dan melanjutkan di SMPN 1 Bima, sebelum kemudian pindah ke SMPN 7 Denpasar karena harus menemani ibunya yang sakit jantung untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih baik di Bali. Namun belum genap sembilan bulan di Bali, dan kendati telah berupaya maksimal, akhirnya Made Sutiarini, ibunya meninggal di saat ia belum banyak membuat kenangan yang lapang untuk dikenang.
Semenjak saat itu, apa yang dia ingat tentang ibunya dan masa kecil yang bahagia ia tulis dalam banyak catatan. Namun sebanyak apapun tulisan itu, tetap saja tidak ada cukup moment untuk diabadikan, semua terlalu singkat, terlalu cepat dan terlalu belia untuk diingatnya. Ada dan terlupakan, mungkin menjadi alasan bagi Putu Kornia untuk kemudian setia menulis setiap peristiwa wajar dalam hidupnya. Dan saat mulai sekolah di SMA Negeri 2 Denpasar, kesenangannya menulis berkembang dalam bentuk puisi, karya sastra dan bahkan dongeng.
Dilanjutkan setelah kuliah di Universitas Pendidikan Nasional, Denpasar, pada semester dua, aktivitas tulis menulisnya berkembang menjadi sebuah observasi ilmiah dengan menggagas dibuatnya sebuah buku “KARANG-KARANG GIGIH”, Biografi Singkat Tokoh-tokoh Bali, yang isinya menggali kisah perjalanan hidup figur populer, sukses dan terpelajar untuk menemukan benang merah, antara masa lalu, perjuangan, filosofi dan keberhasilannya; dan generasi berikutnya mempunyai cukup kenangangan tentang keberadaan para cendekia itu dari hasil tiap baris kata yang ditulisnya. Ia tak ingin semua hilang tak berbekas, sebagaimana ia kehilangan kisah dari sosok yang dicintainya; “ibu”.
Kendati seorang diri tanpa dukungan rektorat, namun Putu Kornia terus berjalan hingga menarik simpati Dekan Fakultas Ekonomi Manajemen UNDIKNAS, Wali Kota Denpasar; Komang Arsana Alm, dan Gubernur Bali; Drs.Dewa Made Beratha dalam upaya ini. Buku tersebut kemudian menjadi buku pertama di Bali, karya mahasiswi Bali, yang menulis kumpulan biografi tokoh-tokoh Bali hingga dibuatkan lounching istimewa di hotel Grand Bali Beach, oleh Pemerintah Kota Denpasar kala itu.
Selanjutnya, didampingi R. Rahadian Hamijaya sebagai editor yang turut aktif dalam setiap penyusunan, Putu Kornia kembali membuat buku yang lebih besar dengan judul “MENDULANG CAHAYA BALI” yang penyusunannya didukung penuh hingga terbit oleh Presiden Republik Indonesia; Megawati Soekarnoputri, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI; Drs. I Gede Ardika, Gubernur Bali, Walikota, Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan dan berbagai instansi lainnya.
Pasca terbitnya buku MENDULANG CAHAYA BALI tahun 2004, kembali Putu Kornia menggagas ide dan menggelar sebuah program besar bertajuk “LOMBA CIPTA CERITA RAKYAT” Piala MENBUDPAR RI, yang diikuti seluruh pelajar setingkat SD, SMP, SMA di Provinsi Bali. Upayanya ini ia lakukan untuk membangkitkan kembali kisah-kisah cerita rakyat Nusantara yang mulai dilupakan dan tergerus oleh membludaknya komik-komik dongeng impor Jepang yang populer seperti Kungfu Boy, Doraemon, Dragon Ball, dan banyak lagi yang menggantikan kisah-kisah legenda kita semisal; Si Pahit Lidah, Malin Kundang, Siap Selem, Bawang Kesuna, Legenda Tangkuban Perahu dan lain-lain.
Rupanya usahanya ini berhasil menggugah minat pelajar kembali membaca kisah-kisah legenda tanah air dan kemudian menulis seapik-apiknya dengan gaya bahasanya masing-masing, dan ini diikuti oleh pelajar di 8 Kabupaten dan 1 Kotamadya di Bali.
Masih dalam kaitan upaya pengabadian dan pencatatan kisah yang terlupakan, Putu Kornia menggagas dan membuat situs website ENSIKLOPEDI BALI INDONESIA; www.ensiklopedibali.com / www.ensiklopedi-bali.com / www.ensiklopedi_bali.com (dalam kurun waktu 2004-2006) yang juga menjadi pelopor situs tokoh-tokoh Bali pertama di Pulau Dewata.
Dalam perkembangannya, situs tersebut kemudian di bukukan dengan bentuk kamus abjad; dengan judul ENSIKLOPEDI BALI INDONESIA, Rekam Jejak Tokoh Bali, yang juga merupakan Ensiklopedi tokoh Bali pertama di Provinsi Bali, yang didukung penuh oleh Bapak Ir. Jero Wacik selaku Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Republik Indonesia.
DATA PRIBADI
Nama : Putu Kornia
Tempat /
Tanggal lahir : Denpasar, 20 Januari 1976
Ayah : I Ketut Gida, SH
Ibu : - Ni Made Sutiarini (Alm)
- Ni Komang Ariani
Profesi : Penulis
Pendidikan :
- SDN 3 Bima
- SMPN 7 Denpasar
- SMAN 2 Denpasar
- UNDIKNAS Denpasar
Aktif sebagai :
- Penyusun & Penulis buku KARANG-KARANG GIGIH.
- Pemrakarsa Pelaksanaan Lomba Cipta Cerita Rakyat Tingkat SD, SMP, SMA se-Provinsi JATENG & DIY
- Penyusun & Penulis buku MENDULANG CAHAYA BALI didukung Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia
- Ketua Forum Tunas Bangsa RI (FTBRI) (2002-2007)
- Pemrakarsa Pelaksanaan Lomba Cipta Cerita Rakyat Tingkat SD, SMP, SMA se- Provinsi BALI.
- Pembuat situs/website ENSIKLOPEDI BALI INDONESIA (2004-2006)
- Penggagas, Penyusun, Penulis dan Penerbit buku ENSIKLOPEDI BALI INDONESIA, di dukung Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI.